Ceritaku16 Oktober 2026

Bermalam di hotel Tijili di Kuta Bali

Malam ini omjay bermalam di hotel tijili bersama mr bams dari bandung

4 views· 0 tanggapan
Bermalam di hotel Tijili di Kuta Bali

Bermalam di Hotel Tijil Kuta Bali, Sekamar dengan Mr. Bams dari Bandung

Kisah Omjay Guru Blogger Indonesia: Persahabatan, Perjalanan, dan Semangat Belajar di Pulau Dewata

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah Swt. Omjay akhirnya bisa menginjakkan kaki di Pulau Dewata, Bali. Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta, melewati kesibukan Bandara Soekarno-Hatta hingga tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kini Omjay berkesempatan beristirahat di Hotel Tijil, kawasan Kuta, Bali.

Ada kebahagiaan tersendiri ketika kita melakukan perjalanan jauh, bukan hanya karena bisa mengunjungi tempat baru, tetapi juga karena bertemu dengan sahabat-sahabat yang memiliki semangat dan tujuan yang sama.

Malam ini, Omjay mendapatkan pengalaman yang menarik. Omjay sekamar dengan Mr. Bams, seorang sahabat dari Bandung. Pertemuan dan kebersamaan seperti ini menjadi bagian indah dari perjalanan yang sedang Omjay jalani di Bali.

Perjalanan yang Mempertemukan Sahabat

Bagi Omjay, perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Perjalanan adalah kesempatan untuk belajar, memperluas pergaulan, dan mengumpulkan pengalaman yang kelak bisa dituliskan menjadi sebuah kisah inspiratif.

Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta, tubuh tentu membutuhkan istirahat. Bermalam di Hotel Tijil, Kuta, Bali, menjadi kesempatan untuk melepas lelah sekaligus mempersiapkan diri mengikuti kegiatan berikutnya.

Kebetulan, Omjay berbagi kamar dengan Mr. Bams dari Bandung. Kebersamaan dengan sahabat seperjalanan tentu menghadirkan suasana tersendiri. Ada kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, bertukar cerita, dan berbagi pengalaman.

Omjay selalu percaya bahwa setiap pertemuan memiliki makna. Kita tidak pernah tahu pelajaran apa yang akan kita dapatkan dari seseorang yang baru kita temui atau sahabat yang sudah lama kita kenal.

Dari Jakarta ke Bali, Membawa Semangat Belajar

Perjalanan kali ini terasa istimewa karena Omjay datang ke Bali untuk mengikuti kegiatan ICANN87 Annual General Meeting yang berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali.

Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan tentang tata kelola internet, perkembangan dunia digital, dan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun masa depan internet.

Sebagai guru Informatika di SMP Labschool Jakarta dan pegiat literasi digital, Omjay merasa bahwa belajar tidak boleh berhenti hanya karena kita sudah lama menjadi guru. Dunia teknologi terus berubah. Guru pun harus terus membuka diri, belajar dari pengalaman, dan berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Karena itulah, perjalanan ke Bali bukan hanya perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan untuk menambah ilmu dan pengalaman.

Omjay ingin membawa pulang bukan sekadar kenangan indah, tetapi juga pengetahuan baru yang bisa dibagikan kepada sesama guru, peserta didik, dan masyarakat luas.

Persahabatan yang Menghangatkan Perjalanan

Ada satu hal yang selalu Omjay syukuri dalam setiap perjalanan, yaitu kesempatan bertemu dengan orang-orang baik.

Bermalam sekamar dengan Mr. Bams dari Bandung mengingatkan Omjay bahwa persahabatan tidak dibatasi oleh jarak. Ada sahabat yang datang dari Jakarta, Bandung, dan berbagai daerah lainnya. Kami mungkin memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda, tetapi semangat untuk belajar dan berbagi dapat menyatukan kami.

Bagi seorang penulis, peristiwa sederhana seperti ini pun bisa menjadi bahan tulisan. Kita tidak harus menunggu peristiwa besar untuk mulai menulis. Pengalaman bermalam di hotel, bertemu sahabat, menikmati perjalanan, atau sekadar berbincang sebelum tidur bisa menjadi cerita yang bermakna.

Bukankah kehidupan kita sesungguhnya dipenuhi oleh peristiwa-peristiwa kecil yang sering kali luput dari perhatian?

Jika kita mau berhenti sejenak dan merenungkannya, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik.

Menulis dari Pengalaman Nyata

Omjay sering mengajak peserta Komunitas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI untuk membiasakan diri menulis setiap hari. Salah satu cara termudah untuk memulainya adalah dengan menceritakan pengalaman sendiri.

Tidak perlu menggunakan kata-kata yang rumit. Tidak perlu pula menunggu sampai menjadi penulis terkenal. Cukup ceritakan apa yang kita alami, apa yang kita rasakan, siapa yang kita temui, dan pelajaran apa yang kita dapatkan.

Pengalaman bermalam di Hotel Tijil, Kuta, Bali, bersama Mr. Bams dari Bandung menjadi salah satu contoh bahwa inspirasi menulis bisa ditemukan di mana saja.

Yang terpenting bukan seberapa hebat peristiwa yang kita alami, melainkan seberapa tulus kita menceritakannya dan seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan pembaca.

Omjay ingin terus menjalani kebiasaan menulis dengan hati. Sebab, tulisan yang lahir dari pengalaman nyata akan terasa lebih dekat dengan kehidupan pembacanya.

Bersyukur atas Setiap Perjalanan

Malam semakin larut. Setelah perjalanan dari Jakarta, kini saatnya beristirahat di Hotel Tijil, Kuta, Bali. Omjay bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk bepergian, bertemu sahabat, belajar hal baru, dan membagikan pengalaman melalui tulisan.

Semoga kegiatan di Bali berjalan lancar. Semoga Omjay dan Mr. Bams selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan aktivitas masing-masing.

Ada banyak hal yang ingin Omjay pelajari selama berada di Bali. Ada pula banyak cerita yang ingin Omjay tuliskan untuk pembaca setia blog dan Kompasiana.

Sebab, bagi Omjay, hidup adalah perjalanan panjang yang penuh pelajaran. Setiap langkah menghadirkan pengalaman, setiap pertemuan membuka kesempatan, dan setiap pengalaman layak diabadikan dalam tulisan.

Salam Blogger Persahabatan.

Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

Omjay, Guru Blogger Indonesia
Wijaya Kusumah

#Kisah omjay

Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.